Kamis, Januari 01, 2009

HADITS-HADITS SHAHIH TENTANG QUNUT NAZILAH

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

HADITS PERTAMA

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
pernah qunut selama satu bulan secara terus-menerus pada shalat
Zhuhur, 'Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat,
(yaitu) apabila ia mengucap Sami'Allahu liman hamidah di raka'at yang
akhir, beliau mendo'akan kebinasaan atas kabilah Ri'lin, Dzakwan dan
'Ushayyah yang ada pada perkampungan Bani Sulaim, dan orang-orang di
belakang beliau mengucapkan amin.

Hadits ini telah diriwayatkan oleh Abu Dawud[1], Ibnul Jarud[2],
Ahmad[3], al-Hakim dan al-Baihaqi[4]. Dan Imam al-Hakim menambahkan
bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam pernah mengutus para da'i agar mereka
(kabilah-kabilah itu) masuk Islam, tapi malah mereka membunuh para
da'i itu. 'Ikrimah berkata: Inilah pertama kali qunut diadakan. [Lihat
Irwaa-ul Ghalil II/163]


HADITS KEDUA

Dari Anas, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
pernah qunut selama satu bulan setelah bangkit dari ruku', yakni
mendo'a kebinasaan untuk satu kabilah dari kabilah-kabilah Arab,
kemudian beliau meninggal-kannya (tidak melakukannya lagi)."

Diriwayatkan oleh Ahmad[5], Bukhari[6], Muslim[7], an-Nasaa-i[8],
ath-Thahawi[9].

Dalam hadits Ibnu Abbas dan hadits Anas dan beberapa hadits yang
lainnya menunjukkan bahwa pertama kali qunut dilakukan ialah ketika
Bani Sulaim yang terdiri dari Kabilah Ri'lin, Hayyan, Dzakwan dan
'Ushayyah meminta kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam agar mau
mengajarkan mereka tentang Islam.

Maka, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus kepada
mereka tujuh puluh orang qurra' (para penghafal al-Qur'an),
sesampainya mereka di sumur Ma'unah, mereka (para qurra') itu dibunuh
semuanya. Pada saat itu, tidak ada kesedihan yang lebih menyedihkan
yang menimpa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam selain kejadian itu.
Maka kemudian beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam qunut selama satu
bulan, yang kemudian beliau tinggalkan.

Di antaranya adalah hadits Ibnu 'Umar dan Abu Hu-rairah di bawah ini:

Dari Ibnu Umar, "Sesungguhnya ia pernah mendengar Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau mengangkat kepalanya dari
ruku' di raka'at yang terakhir ketika shalat Shubuh, ia membaca:
"Allahummal 'an fulanan wa fulanan wa fulanan (Ya Allah laknatlah si
fulan dan si fulan dan si fulan) sesudah ia membaca Sami'allaahu liman
hamidahu. Kemudian Allah menurunkan ayat (yang artinya): 'Sama sekali
soal (mereka) itu bukan menjadi urusanmu, apakah Allah akan menyiksa
mereka atau akan mengampuni mereka. Maka sesungguhnya mereka itu
adalah orang-orang zhalim.'" [Ali 'Imraan: 128]

Hadits shahih riwayat Ahmad (II/147)

Dari Abu Hurairah, "Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,
apabila hendak mendo'akan kecelakaan atas seseorang atau mendo'akan
kebaikan untuk seseorang, beliau mengerjakan qunut sesudah ruku', dan
kemungkinan apabila ia membaca: Sami'allahu liman hamidah, (lalu)
beliau membaca, 'Allahumma… dan seterusnya (yang artinya: Ya Allah,
selamatkanlah Walid bin Walid dan Salamah bin Hisyam dan 'Ayyasy bin
Abi Rabi'ah dan orang-orang yang tertindas dari orang-orang Mukmin. Ya
Allah, keraskanlah siksa-Mu atas (kaum) Mudhar, Ya Allah, jadikanlah
atas mereka musim kemarau seperti musim kemarau (yang terjadi pada
zaman) Yusuf.'"

Abu Hurairah berkata, "Nabi keraskan bacaannya itu dan ia membaca
dalam akhir shalatnya dalam shalat Shu-buh: Allahummal 'an fulanan…
dan seterusnya (Ya Allah, laknatlah si fulan dan si fulan) yaitu (dua
orang) dari dua kabilah bangsa Arab, sehingga Allah menurunkan ayat:
'Sama sekali urusan mereka itu bukan menjadi urusanmu... (dan
seterusnya).'"

Hadits shahih riwayat Ahmad ii/255 dan al-Bukhari No 4560

Di dalam hadits shahih riwayat Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya
no. 1004 disebutkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah
qunut pada shalat Shubuh dan Maghrib.

Lafazhnya adalah sebagai berikut:

Dari Anas, ia berkata, "Qunut itu ada dalam shalat Maghrib dan Shubuh."

Dan dalam hadits yang shahih pula disebutkan bahwa Abu Hurairah pernah
qunut pada shalat Zhuhur dan 'Isya sesudah mengucapkan Sami'allahu
liman hamidahu (setelah bangkit dari ruku' (di saat sedang i'tidal).),
ia berdo'a untuk kebaikan/kemenangan kaum Mukminin dan melaknat
orang-orang kafir. Kemudian Abu Hurairah berkata: "Shalatku ini
menyerupai shalatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam."

Lafazh haditsnya secara lengkap adalah sebagai berikut:

Dan dari Abu Hurairah, ia berkata, "Sungguh aku akan mendekatkan kamu
dengan shalat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka, Abu
Hurairah kemudian qunut dalam raka'at yang akhir dari shalat Zuhur,
'Isya dan shalat Shubuh, sesudah ia membaca: 'Sami'allahu liman
hamidah.' Lalu ia mendo'akan kebaikan untuk orang-orang Mukmin dan
melaknat orang-orang kafir."

Hadits shahih riwayat Ahmad (II/255), al-Bukhari (no. 797) dan Muslim
(no.676 (296), ad-Daraquthni (II/37 atau II/165) cet. Darul Ma'rifah.

Memang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah qunut pada
shalat Shubuh, begitu juga Abu Hurairah, akan tetapi ingat, bahwa hal
itu bukan semata-mata dilakukan pada shalat Shubuh saja! Sebab apabila
dibatasi pada shalat Shubuh saja, maka hal ini akan berten-tangan
dengan riwayat yang sangat banyak sekali yang menyebutkan bahwa beliau
Shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan qunut pada lima waktu shalat
yang wajib. Menurut hadits yang keenam bahwa Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam tidak qunut melainkan apabila beliau hendak
mendo'akan kebaikan atau mendo'akan kebinasaan atas suatu kaum. Maka
apabila beliau qunut itu menunjukkan ada musibah yang menimpa ummat
Islam dan dilakukan selama satu bulan[10]


[Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir
Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan
1425H/Oktober 2004M]
_________
Foote Note
[1]. Dalam kitab al-Musnad (I/301-302).
[2]. Dalam kitab Mustadrak-nya (I/225-226).
[3]. Dalam kitab Sunanul Kubra (II/200 & II/212).
[4]. Dalam kitab al-Musnad III/115, 180, 217, 261 & III/191, 249.
[5]. Di dalam kitab Shahih-nya no. 4089.
[6]. Dalam kitab Shahih-nya no.677 (304), tanpa lafazh "ba'dar ruku'."
[7]. Dalam kitab Sunan-nya II/203-204.
[8]. Dalam kitab Syarah Ma'anil Atsar (I/245).
[9]. Dan hadits ini telah diriwayatkan pula oleh Abu Dawud
ath-Thayalisi dalam Musnad-nya no.1989, Abu Dawud no.1445, sebagaimana
juga telah disebutkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab Bulughul
Maram no.287, lihat juga kitab Irwaa-ul Ghalil II/163.
[10]. Sebelum ini telah disebutkan hadits-hadits yang menunjukkan
adanya qunut pada shalat Shubuh, Zhuhur, 'Ashar, dan 'Isya, adapun
yang menerangkan adanya qunut pada shalat Maghrib, adalah hadits Bara'
bin 'Azib:
Dari Baraa' bin 'Azib, "Sesungguhnya Rasulullah shallalllahu 'alaihi
wa sallam pernah qunut dalam shalat Shubuh dan Maghrib."
Hadits shahih riwayat Ahmad IV/285, Muslim no.678 (306), Abu Dawud
no.1441, at-Tirmidzi no.401, an-Nasaa-i II/202, ad-Dara-quthni II/36,
al-Baihaqi II/198, ath-Thahawi II/242, Abu Dawud ath-Thayalisi dalam
Musnad-nya no.737, lafazh ini milik Muslim.

Tidak ada komentar:

Memoar Sang Murobbi......

Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya.

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami. Rukunkan antar hati kami.
Tunjuki kami jalan keselamatan.
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang.
Jadikan kumpulan kami jama’ah orang muda yang menghormati orang tua.
Dan jama’ah orang tua yang menyayangi orang muda.
Jangan Engkau tanamkan di hati kami
kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman.
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan,
pengkhianatan dan kedengkian

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar.
Wahai yang menyambung segala yang patah.
Wahai yang menemani semua yang tersendiri.
Wahai pengaman segala yang takut.
Wahai penguat segala yang lemah.
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah.
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran.
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak.
Engkau Maha Tahu dan melihatnya.

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu.
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu.
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur.
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus.
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami.
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami,
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara.
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana pada kami.
“ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih”

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu.
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu.
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu. Adil pasti atas kami keputusan-Mu.
Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu. Dengan semua nama yang jadi milik-Mu.
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu.
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu.
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu.
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib.

Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur’an yang agung
sebagai musim bunga hati kami.
Cahaya hati kami.
Pelipur sedih dan duka kami.
Pencerah mata kami.

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh
dari taufan yang menenggelamkan dunia.
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim
dari api kobaran yang marak menyala
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa
dari kejahatan Fir’aun dan laut yang mengancam nyawa
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa
dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam
dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat,
pasukan sekutu Ahzab angkara murka Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus
dari gelap lautan, malam, dan perut ikan
Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami
dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami
Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami.
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri.
Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba
dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti.
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu
yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu.
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab.
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi
yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami,
ummati ummati, ummatku ummatku.
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan
semua kekayaan demi perjuangan.
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera.
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu
Engkau kirimkan kepada kami da’i penyeru iman.
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala.
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da’wah.
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran.
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini kepada generasi berikut kami.
Jangan jadikan kami pengkhianat
yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini.
Dengan sikap malas dan enggan berda’wah.
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa.

(Doa ini dilantunkan oleh Ustadz K.H. Rahmat Abdullah pada Deklarasi Partai Keadilan 9 Agustus 1998, di Lapangan Masjid Agung Al Azhar).

Gambarku